Penipuan Modus Penggandaan Uang Diungkap Polsek Purbalingga

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Purbalingga – Polsek Purbalingga Polres Purbalingga berhasil membekuk seorang pelaku penipuan dengan modus bisa menggandakan uang. Pelaku diamankan setelah berhasil menipu korbannya sebesar Rp. 20 juta.

Pelaku penipuan berinisial TH (44) warga Kelurahan Kembaran Kulon RT 4 RW 3, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga. Namun ia berdomisili di Desa Wiradadi RT 3 RW 1, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas.

Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman melalui Kapolsek Purbalingga AKP Subagyo saat konferensi pers di mapolres, Kamis (4/7/2019) sore, mengatakan bahwa pelaku melancarkan aksinya pada bulan Februari 2019. Namun karena kabur usai beraksi, baru berhasil ditangkap akhir Juni 2019.

Pelaku melakukan aksi penipuan di rumah Yulianto (40) warga Kelurahan Bojong RT 2 RW 1, Kecamatan Purbalingga. Korbannya adalah Akhmad Budiman (40 ) warga Kelurahan Kuta Banjarnegara RT 7 RW 5, Kecamatan/Kabupaten Banjarnegara.

“Karena mengaku bisa menggandakan uang, korban kemudian menyerahkan uang tunai sebesar Rp 20 juta untuk digandakan. Setelah satu hari, bukannya uang tersebut bertambah namun malah dibawa kabur pelaku setelah memberi kabar bahwa ritualnya gagal,”jelas Subagyo.

Korban sempat meminta uangnya untuk dikembalikan karena ritualnya gagal. Namun pelaku kabur dan saat dihubungi melalui telepon, nomornya tidak aktif. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Purbalingga.

“Atas pelaporan korban, anggota Unit Reskrim kemudian melakukan penyelidikan. Pelaku akhirnya berhasil diamankan berikut barang buktinya setelah keberadaannya diketahui sedang di wilayah Purbalingga,” katanya.

Dari tangan pelaku diamankan satu unit telepon genggam merk Hammer warna putih. Selain itu, diamankan juga satu lembar kwitansi bukti penyerahan uang dari korban. Sementara itu, uang korban sudah habis dipakai untuk berbagai keperluan.

“Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 subs 372 KUHP tentang Penipuan dan atau Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara,” pungkasnya.

(Humas Polres Purbalingga)FacebookTwittergoogle_plusWhatsApp